TAMBALBAN.COM > Posisi Kerusakan Ban > 1. Balancing Kamera
 
 
 

1. Balancing Kamera

Ban yg sudah berubah bentuk & pelek yang sudah goyang saat dibalancehasilnya sudah kurang maksimal. Sering terjadi pelanggan komplain roda sudah dibalance masih tetap goyang, akhirnya baru diperiksa secara detil dan ternyata ban atau peleknya sudah bermasalah. Pertanyaannya mengapa ini bisa terjadi.

1. Alat balance dengan monitor yang ada selama ini hanya memperlihatkan nilai pemberat timah/besi dan posisi yang harus ditempel meskipun ban atau peleknya sudah goyang. Mesin balance dan hasil balance tidak bisa merubah ban maupun pelek secara phisik.

2. Mesin balance akan mengukur nilai berat & menentukan posisinya setelah penutup alat digerakan menutupi roda mesin akan bergerak memutar roda, sehingga bentuk ban maupun pelek saat berputar tidak terlhat karena tertutup. Bila dilakukan secara manual perputarannya kurang tinggi dan biasanya mekanik jarang melakukannya.

3. Saat melakukan balancing roda mekanik maupun pelanggan bisa langsung melihatnya. Bila ada kelainan, mekanik bisa menjelaskannya kepada pelanggan secara visual dengan cara mengulang proses balance.

Untuk menjaga mutu dan para mekanik bisa langsung memonitor bentuk ban maupun pelek saat berputar sama seperti saat kendaraan berjalan, pemilikkarena hobytimbul ide membuat sistim kamera pada alat balance.Ide ini benar-2 orisinil dan sangat membantu dalam menjalankan usaha bengkel.

Dengan alat ini bentuk ban maupun pelek saat bergerakbisaterlihat dilayar LCD, awalnya langsung terlihat pada 4 posisidan bisa diperbesar/diperjelas 1 layar pada posisi tertentu.

A. Balancing sistim kamera:

Alat balancing ini dilengkapi dengan 4 buah kamera yang dapat melihat secara langsung/live gerakan pelek dan ban sama seperti saat kendaraan berjalan. Saat mesin balance menghitung titip berat, pada layar LCD akan terlihat 4 posisi kamera dalam 1 layar LCD yang terdiri dari posisi,

1. Kamera 1, menunjukan pergerakan pelek pada bagian luar

2. Kamera 2, menunjukan pergerakan pelek pada bagian dalam

3. Kamera 3, menunjukan bentuk permukaan telapak ban.

4. Kamera 4, menunjukan bentuk permukaan bagian samping ban

Agar lebih jelas, dengan menekan tombol sesuai nomor dapat ditampilkan 1 layar penuh.

Pada saat roda yang terdiri dari pelek & ban berputar, mesin balance menghitung nilai titik berat yang akan ditempelkan di pelek. Agar roda menjadi balance, pada pelek ditempelkan pemberat yang nilainya sesuai perhitungan mesin balancing. Setelah di beri pemberat biasanya berupa timah/besi roda di putar kembali sampai nilai di monitor = 0. Bila nilai = 0, roda sudah balance.

Pada saat proses balance & roda berputar, dilayar monitor tampak 4 bagian gambar bergerak/live yang terdiri dari.

1. Kamera 1 menampilkan 1 layar LCD gerakan pelek bagian luar

2. Kamera2 menampilkan 1 layar LCD gerakan pelek bagian Dalam

3. Kamera 1 menampilkan 1 layar LCD gerakan permukaan telapak ban

4. Kamera 1 menampilkan 1 layar LCD gerakan permukaan samping ban

Pada saat roda dibalancing, perhatikan cara kerjanya. Berikut adalah cara kerja balancing yang biasa dilakukan.

1. Lepas roda dari kendaraan

2. Pindahkan roda ke mesin balance

3. Proses pengukuran, setelah memasukan data lingkaran pelek & lebar pelek roda diputar dengan cara menggerakan penutup roda balance. Penutup ini selain berguna sebagai swicth untuk menggerakan mesin juga sebagai pengaman agar batu & kotoran tidak mengenai petugas maupun pelanggan.

4. Setelah nilainya sama dengan nol, proses balance selesai.

Pada ban & velg yang masih dalam keadaan bagus, proses b

alance selesai & biasanya tidak ada komplain.

 
 
 
reparasiban.com
Pilihan Bahasa